Yang Harus Dilakukan Ketika Tidak Dapat Berhenti Memikirkan Hal Negatif

Negatif thinking
Image: twitter.com/VEinolaPekkinen

Hanya ada dua hal yang Anda dapat kontrol dalam hidup, yaitu pikiran dan perilaku. Tapi kadang-kadang pikiran terganggu oleh peristiwa tidak diinginkan yang dapat membanjiri pikiran dan merasa seperti pengalaman lah yang mengendalikan Anda. Baik berupa sesuatu yang terjadi di masa lalu, seperti bertengkar dengan pasangan, atau peristiwa masa depan, seperti khawatir tidak memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Merenungkan hal-hal negatif dapat merampas kehidupan baik Anda di masa yang akan datang, dan dari waktu ke waktu dapat menyebabkan masalah serius seperti depresi atau kecemasan.

Alasan mengapa kita merenungkan hal-hal negatif:

  • Mencoba mencari tahu solusi untuk sebuah masalah.
  • Ketika sesuatu tidak beres, dan mencoba untuk menghindari hasil yang tidak menguntungkan.
  • Mungkin bagian dari otak tidak berfungsi dengan baik, dan satu set neuron akan terjebak lagi dan lagi.
  • Itu adalah kebiasaan buruk yang Anda miliki.
  • Masalah terkait hal ini adalah Anda justru paling sering fokus pada hal-hal yang tidak menghasilkan solusi untuk mengatasi situasi yang terjadi. Jika bos Anda marah, Anda mungkin merenungkan apa yang telah Anda lakukan, berharap melakukan hal tersebut dengan cara yang berbeda, dan khawatir jika melakukannya lagi mungkin ada konsekuensi serius seperti kehilangan pekerjaan. Anda mungkin memutar ulang adegan tersebut berulang di kepala, atau khawatir berlebihan jika skenario terburuk benar-benar terjadi. Pemikiran seperti ini mengaktifkan respon yang akan menutup proses pemikiran kreatif dalam memecahkan masalah. Dalam rangka untuk mencari solusi yang memungkinkan untuk terlepas dari masalah, Anda perlu melepaskan diri dari pola pikir merenung.

    Menghentikan pikiran bukanlah sesuatu yang kita kuasai. Psikolog menyebut ini sebagai masalah gambaran beruang putih (white bear image), karena upaya yang disengaja untuk menekan pikiran sering dapat membuat mereka lebih mungkin untuk muncul kembali. Jika saya mengatakan memikirkan beruang putih, kemudian memberitahu Anda untuk berhenti berpikir tentang hal itu, kemungkinan gambaran beruang putih masih akan ada dalam pikiran Anda. Alasan untuk hal ini adalah bahwa tidak ada tombol off di otak. Untuk menghentikan salah satu pikiran, Anda perlu menghidupkan atau mengaktifkan aliran pemikiran yang berbeda.

    Berikut adalah 4 cara untuk mendapatkan kembali kontrol atas pikiran Anda.

    1) Terlibat dalam kegiatan yang ada di frekuensi emosional yang berbeda.

    Perasaan mengikuti pikiran, renungan negatif menghasilkan emosi negatif. Kekhawatiran membuat Anda merasa cemas. Namun, psikolog tahu bahwa perilaku dapat berubah, begitu juga dengan emosi. Jika melakukan sesuatu yang secara umum membuat Anda merasa lebih baik, seperti olahraga, berkumpul bersama teman, pergi jalan-jalan, menonton film favorit, atau bermeditasi, itu dapat meningkatkan frekuensi emosional. Ketika berada dalam suasana hati yang lebih baik, Anda dapat berpikir lebih jernih, dan akan sering mendapatkan perspektif yang berbeda pada berbagai situasi. Melakukan sesuatu yang menghasilkan emosi positif juga berperan sebagai pemberi selingan dengan memberikan sesuatu untuk memfokuskan perhatian.

    2) Tuliskan semua alasan mengapa apa yang Anda takuti tidak akan terjadi.

    Sebagian dari apa yang Anda khawatirkan tidak pernah terjadi, itu karena ada banyak alasan mengapa hal tersebut tidak mungkin terjadi. Otak akan mencari alasan mengapa ketakutan Anda tidak rasional.

    3) Tuliskan semua alasan mengapa bahkan jika skenario terburuk terjadi, Anda tetap akan baik-baik saja.

    Sering kali kita merasa bahwa jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, itu akan benar-benar menghancurkan, kita tidak akan mampu bertahan, atau tidak akan bahagia selamanya. Tapi sebenarnya hal yang tidak diinginkan terjadi sepanjang waktu, dan orang-orang bertahan menghadapinya, dan bahkan ada orang yang lebih baik karena hal itu. Otak kita sangat adaptif dengan keadaan relatif kita.

    Seberapa baik menangani berbagai situasi sangat tergantung pada persepsi tentang kemampuan Anda dalam mengatasi situasi ini. Alih-alih berfokus pada mengapa Anda tidak akan baik-baik saja, lebih baik pikirkan tentang kekuatan Anda, hal-hal yang sulit yang berhasil dilewati, atau hal positif lainnya.

    4) Buat tindakan berorientasi solusi yang berfokus pada hal yang telah terjadi.

    Bila Anda memiliki solusi, Anda akan memiliki dua hal, yaitu mengurangi kebutuhan otak untuk merenung, dan memberikan diri sesuatu yang konstruktif untuk fokus pada hal sebaliknya yang menggantikan pikiran merenung.

    Jika semua itu gagal, ingatlah bahwa pikiran hanyalah pikiran, dan hanya karena anda berpikir sesuatu, tidak berarti semua itu benar. Anda tidak harus melakukan sesuatu berdasarkan pikiran. Anda bisa mengamatinya, dan biarkan hal tidak berguna pergi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY