Tips Tidur Untuk Kesehatan Emotional Anak dan Remaja

Anak tertidur
Image: theparentreport.com

Banyak yang setuju bahwa ada beberapa hal memuaskan dari tidur yang baik. Hal ini penting untuk diri kita. Selama individu tidur, tubuh akan menyembuhkan, belajar, dan mendapatkan kembali energi. Ini membantu kita dalam memperhatikan, berpikir lebih cepat, dan meningkatkan suasana hati. Kurangnya tidur dapat membuat kita menjadi pemarah, lelah, dan mengalami kesulitan berkonsentrasi.

Bila tidak mendapatkan cukup tidur, lebih mungkin untuk mendapatkan cedera, sakit, atau mengalami kecelakaan. Lebih dari 100.000 mobil hancur karena pengendara mengantuk dan jatuh tertidur saat mengemudi. Menurut sebuah studi oleh Yayasan AAA untuk Keselamatan Lalu Lintas, orang yang tidur 6-7 jam semalam beresiko dua kali lebih mungkin untuk mengalami kecelakaan dari mereka yang tidur 8 jam atau lebih. Sementara orang-orang yang tidur kurang dari 5 jam meningkatkan resiko empat sampai lima kali.

Seiring dengan usia, siklus tidur pun berubah. Bayi tidur selama beberapa jam sampai mereka mampu “mengkonsolidasikan” tidur mereka menjadi satu dalam sekali tidur per hari. Anak-anak biasanya membutuhkan tidur siang lebih banyak ketika sekitar usia 4 atau 5 tahun, tapi tidur malam mereka bisa sampai 10 -12 jam. Anak usia sekolah cenderung untuk pergi tidur lebih awal dan bangun lebih awal. Ketika remaja, waktu tidur terus bergerak mundur, dan berakhir dengan fenomena stereotip “terlambat tidur, terlambat bangun.”

Banyak remaja melaporkan bahwa mereka tidak lelah dan tidak bisa tidur ketika orangtua mereka menyuruh untuk tidur, dan mereka menjadi sangat sulit untuk turun dari tempat tidur di pagi hari.

Dengan memperhatikan ritme alami mereka, sebagian besar remaja akan tidur telat pada malam hari, dan bangun terlambat di pagi hari. Sangat penting bagi orangtua untuk memahami bahwa ini adalah hal yang umum. Berdiskusilah dengan anak dalam mencari cara untuk mendapatkan tidur yang terbaik. Ancaman dan
hukuman tidak membantu mereka dalam mendapatkan tidur lebih baik.

Untuk remaja, ritme alami ini bertentangan dengan jadwal sekolah mereka. Pelajar SMP-SMA bahkan biasa memulai harinya lebih awal dari anak-anak lainnya.

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya adalah:

  • Pergi tidur pada waktu yang sama setiap malam (tetap utamakan tugas sebelum tidur).
  • Hindari tidur siang.
  • Jika butuh waktu lama untuk tertidur, tidur lah 15 menit lebih awal dari jadwal tidur. Naikkan terus 15 lebih awal hingga dapat tertidur tepat pada waktu yang dijadwalkan.
  • Jauhkan cahaya dari tempat tidur. Biarkan kamar dalam keadaan gelap saat tidur.
  • Jauhkan atau matikan telepon saat hendak tidur.
  • Jika harus tetap terbangun (mengerjakan tugas, dsb), tidurlah ketika dirasa mengantuk. Jangan paksa mata tetap terjaga.
  • Hindari kafein dan makan sebelum tidur (setidaknya satu jam sebelumnya).
  • Tidur di akhir pekan atau saat libur. Meskipun remaja membutuhkan 9-10 jam per malam, banyakan dari mereka hanya mendapatkan 6-8 jam saja. Kabar baiknya adalah penelitian telah menunjukkan bahwa efek negatif jangka panjang dari kurang tidur dapat dihapus dengan tidur di akhir pekan atau saat libur. Namun jauh lebih baik untuk tidur ketika membutuhkannya selama hari sekolah, karena sangat penting untuk memperhatikan apa yang telah dipelajari selama di sekolah agar masuk ke dalam memori. Pola ini dapat bertahan hingga usia awal 20an sampai kita mulai membutuhkan waktu tidur lebih awal dan mulai bangun lebih awal pula secara alami.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY