Tidak Selalu Harus Menunggu Waktu yang Tepat untuk Bicara dengan Anak

Bicara pada anak
Image: en.amerikanki.com

Dulu ada aturan, atau lebih cocok disebut sebagai pepatah, yang menyebutkan “jika bayi sedang senang, biarkan saja.”

Baru-baru ini didapati jenis yang sama dari filosofi atau konsep dari orang tua remaja saat ini. Ketika remaja bahagia, orang tua tidak ingin menimbulkan masalah dengan memunculkan obrolan sulit atau perilaku negatif. Ini hampir seolah-olah orang tua begitu lega, serta merasakan damai dan tenang, dan tidak ingin mengacaukan segalanya dengan memunculkan suatu hal yang dapat merusaknya.

Ini adalah bentuk lain dari penyanderaan emosi oleh orang yang dicintai, baik itu anak, atau orang lain. Kita takut terhadap reaksi lain, sehingga kita menghindari topik-topik tertentu, ragu dalam memunculkan perilaku atau insiden tertentu, karena khawatir akan membangunkan emosi buas yang mendalam.

Dengan banyaknya anggota keluarga, satu-satunya masalah atau perilaku yang dibahas adalah ketika perilaku atau masalah tersebut muncul ke permukaan, lalu terjadilah adu argumen. Penting untuk mengatasi hal-hal pada saat itu, tetapi kita perlu menyadari bahwa kita seringkali dalam keadaan pikiran emosi, dengan ucapan dan tindakan yang termotivasi oleh perasaan. Ketika perasaan itu frustrasi, kemarahan, dendam, atau emosi lainnya menyebabkan kita menjadi kurang rasional.

Waktu untuk berbicara dengan seorang remaja tentang perilaku negatifnya mungkin ketika dia merasa bahagia, tenang, atau ketika emosinya meledak. Kita mungkin perlu mengambil resiko mengganggu seseorang yang relatif sedang dalam keadaan damai, dengan membahas perilaku yang sulit di masa lalu atau topik negatif lainnya.

Jangan menyandera emosi dengan mengikuti turun naiknya emosi dari anggota keluarga atau teman. Berinteraksilah dengan mereka ketika ia memang sedang senang. Beritahu mengapa Anda merasa marah atau terganggu oleh perilaku masa lalunya. Tentu saja dengan cara yang baik, pemahaman, dan belas kasih. Ajukan pertanyaan tentang bagaimana Anda berdua dapat menghindari hal ini di masa depan. Dekati dengan pikiran dan sikap, serta dengarkan mereka lebih dari Anda berbicara.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY