Paradoks Stres

Pikiran menumpuk

Banyak yang telah menulis tentang bagaimana itu stres, dan ada yang menyebutkan beberapa stres yang berkaitan dengan musim liburan adalah “buruk” bahkan mematikan. Tapi bagaimana jika kita melihat stres dengan cara yang baru? Bagaimana jika ketika merasa stres, itu bisa jadi karena Anda melakukan sesuatu yang penting bagi Anda, dan itu merupakan reaksi alami tubuh terhadap stres yang sebenarnya sehat? Ini kemudian dikenal sebagai paradoks stres.

Menurut Kelly McGonigal, seorang psikolog dari Stanford, “Orang-orang yang mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dalam hidup mereka… orang-orang tersebut lebih mungkin untuk menemukan makna dalam kehidupan mereka.”

Anehnya, stres bukanlah sesuatu yang buruk atau baik. Stres dapat memiliki keduanya, sisi baik dan sisi buruk. Bahkan stres yang orang anggap buruk, yang banyak dikaitkan dengan peristiwa yang benar-benar buruk seperti peristiwa traumatis, bukanlah musuh yang berbahaya.

Stres juga memiliki sisi baik, itu semua tergantung bagaimana Anda menjelaskannya. Studi mengajarkan kita bahwa ketika menggunakan stres untuk sesuatu yang menguntungkan, Anda dapat mendapatkan hal yang lebih bagus, seperti peningkatan kekebalan, meningkatkan kewaspadaan, meningkatkan performa kerja, dan rasa kesejahteraan yang lebih besar.

Beberapa dari kita tampaknya dapat berkembang di bawah tekanan. Misalnya, ada orang-orang yang melakukan pekerjaan terbaik mereka pada tenggat waktu. Mereka membutuhkan tekanan untuk terus termotivasi. Sementara itu, ada pula orang lain yang melakukan pekerjaan terbaik mereka tanpa dibebani batas waktu dan tekanan stres lainnya. Dalam kedua kasus tersebut, mendelegasikan tugas dan rencana ke depan untuk meningkatkan kesempatan pencapaian tujuan, tetapi tidak untuk mengurangi stres. Stres adalah normal.

Stres Memiliki Efek Perlindungan
“Stres bisa menjadi katalis untuk sesuatu yang baik,” jelas McGonigal.

Stres adalah respon fisiologis, seperti sejumlah peristiwa yang terjadi dalam hidup, Anda memilih bagaimana mengartikannya. Anda memberikan stres arti, dan cara menjelaskannya kepada diri Anda sendiri bukanlah masalah sepele.

Ketika tubuh merasa stres, hormon seperti epinefrin (adrenalin) yang keluar dapat memberikan dorongan energi sementara, meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran, juga meningkatkan memori dan fungsi kognitif. Memang, stres mungkin bermanfaat bagi kesehatan kita dalam banyak hal, termasuk melindungi terhadap efek penuaan dan penurunan kognitif.

Universitas Duke menunjukkan manfaat mengejutkan dari stres. Stres singkat sebelum vaksinasi meningkatkan efek perlindungan. Latihan intensitas tinggi menyebabkan respon stres fisiologis “melawan atau lari” yang hampir identik dengan stres yang akan dianggap negatif, seperti kecelakaan mobil, tetapi bekerja untuk meningkatkan daripada menekan sistem kekebalan. Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan singkat treadmill yang dilakukan sebelum vaksinasi akan mengaktifkan respon stres yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

Mengalami sedikit stres ketika masih muda akan membangun ketahanan
Penelitian telah menemukan bahwa stres dikelola sejak awal kehidupan. Seperti pemisahan harian singkat dari Ibu dapat menurunkan kecemasan dan meningkatkan kognisi pada masa dewasa dengan mengubah kadar hormon stres dalam otak.

Anda belajar dan mengingat informasi baru yang lebih efektif di bawah tekanan moderat. Hormon yang diproduksi saat kita stres membuat perubahan pada sel-sel otak yang membantu kenangan untuk disimpan lebih efektif. Secara khusus, hormon utama stres kortisol meningkatkan pembelajaran dan memori pada konsentrasi moderat dibandingkan dengan konsentrasi rendah atau tinggi.

Mengubah Pola Pikir Tentang Stres
Apakah Anda percaya bahwa stres dapat meningkatkan atau melemahkan, yang mungkin merupakan prediktor paling penting dari bagaimana hal itu mempengaruhi Anda. Dalam satu studi, peneliti dibagi dalam kelompok 380 manajer di UBS selama pertengahan krisis perbankan untuk menonton tiga video pendek mengenai “stres-yang-meningkatkan” atau “stres-yang-melemahkan,” semua didasarkan pada contoh penelitian dan kehidupan nyata, tapi dibedakan secara nyata dalam pesannya. Enam minggu kemudian, individu-individu yang melihat video tersebut menggambarkan cara dimana stres yang meningkatkan otak dan tubuh dilaporkan mengalami penurunan yang signifikan dalam masalah kesehatan dan peningkatan yang signifikan dalam kebahagiaan di tempat kerja.

Namun studi lain yang diyakini menjadi yang pertama dalam melihat hubungan antara keyakinan individu bahwa stres negatif berdampak pada kesehatan (pesan yang berlaku dalam budaya kita), kesehatan mental, dan hasil moralitas menemukan bahwa orang melaporkan bahwa banyak stres dan memahami stres tersebut memiliki dampak negatif yang kuat pada kesehatan seseorang yang meningkatkan resiko kematian dini sebesar 43%.

Secara bersama-sama, semua penelitian ini membuat kasus yang kuat untuk memilih sikap yang lebih merangkul tentang stres.

Jadi jika beberapa stres adalah baik, apa lebih dari itu tentu lebih baik juga? Tidak! Tapi ketika Anda menerima kenyataan mengenai tingkat stres Anda saat ini, respon “melawan atau lari” Anda tidak dipicu, Anda lebih energik, dan memiliki lebih sedikit konsekuensi kesehatan yang merugikan. Mengalami aspek meningkatkan stres daripada hanya berfokus pada cara-cara untuk mengurangi hanya soal mengubah pola pikir seseorang.

McGonigal mengingatkan kita bahwa kehidupan stres juga merupakan kehidupan yang bermakna. Hal terakhir yang kita ingin lakukan adalah menarik kembali dari apa yang memenuhi kita.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY