“Jangan Bicara dengan Orang Asing,” Nasihat Terburuk yang Pernah Ada

Bicara pada anak
Image: sheknows.com

“Jangan bicara dengan orang asing” adalah saran yang masih umum. Kita sering mendengar itu bahkan dari orangtua yang profesional menangani korban pada anak. Tetapi jika itu adalah saran yang baik, bukan sekarang waktunya.

Naluri orangtua dibalik saran tersebut adalah baik.

Sebagai orangtua, pasti ingin lebih dari apa pun untuk anak-anaknya agar mereka aman, dan mencoba untuk melindungi mereka sebaik mungkin. Itulah yang diinginkan hampir setiap orangtua yang kita kenal. Namun, menghindari orang asing dan menghindari interaksi sosial, pada akhirnya mengirimkan pesan yang salah.

Anak-anak sekarang perlu pelatihan ketegasan.

Mereka perlu diajarkan bagaimana mengidentifikasi orang dewasa yang biasanya tidak berbahaya, seperti polisi atau petugas keamanan lainnya. Jika mereka tersesat di mall atau di tempat ramai lainnya, mereka tidak perlu takut untuk berbicara dengan orang asing. Mereka hanya perlu tahu siapa yang harus dimintai bantuan.

Ada sebuah literatur ilmiah yang sangat besar yang mencoba untuk memahami pikiran seorang kriminal. Ini mungkin sedikit menyeramkan, tetapi jika Anda mencoba untuk menempatkan diri dalam pikiran seorang kriminal, dunia terlihat sangat berbeda. Penjahat selalu mencari target yang mudah. ​​Kebanyakan penjahat akan menghindari kontak dengan orang dewasa berbadan besar. Itulah mengapa anak-anak dan orang tua dapat sangat rentan terhadap beberapa jenis kejahatan.

Penjahat mencari “kemenangan” dalam serangan mereka kepada targetnya, dan hampir tidak akan pernah memilih target yang mereka yakini lebih kuat dari mereka. Ini juga mengapa berjalan sendirian di malam hari, atau diam di tempat sepi terkadang dapat meningkatkan resiko menjadi korban. Penjahat akan mengeksploitasi kerentanan dan kelemahan lainnya juga.

Penjahat sangat konsisten pada siapa yang mereka identifikasi sebagai target yang bagus. Penyendiri dan isolasi sosial adalah dua faktor yang dapat membuat seseorang tampak lebih rentan. Ini juga salah satu alasan mengapa kembali menjadi korban adalah masalah umum bagi korban. Hal ini sangat mengerikan dan tidak adil, tetapi gejala pasca trauma, yaitu stres dan kecemasan dari satu kejahatan dapat menyebabkan dan bisa membuat seseorang lebih rentan terhadap kasus kriminal lainnya.

Kabar baiknya bahwa solusi dari hal ini adalah sesuatu yang baik untuk anak-anak Anda dalam segala macam cara. Beri mereka latihan dan pengalaman berinteraksi dalam berbagai konteks sosial. Ajarkan juga ketegasan keterampilan dan bagaimana berbicara jika seseorang mencoba untuk membuat mereka melakukan sesuatu yang mereka tidak ingin lakukan. Pastikan mereka tahu bagaimana untuk mencari bantuan dan menelepon polisi. Jelaskan kepada mereka apa yang bisa (dan tidak bisa) polisi lakukan untuk mereka jika mereka berada dalam kesulitan.

Jadilah panutan yang baik dan bersikap tegas serta positif dalam interaksi Anda sendiri dengan masyarakat umum. Ini adalah salah satu hadiah terbaik yang dapat Anda tawarkan pada setiap anak.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY